Developer Hidup Dari Mana

Jadi, sebenernya developer itu hidupnya dari mana sih?

Hai, kalian berprofesi sebagai developer juga? atau baru mau kuliah di IT? gimana menurut kalian? pertanyaan diatas apa jawabannya?

Hai, nama saya Banu, 14 Tahun sampai hari ini, saya menjadi developer secara profesional. Maksudnya adalah, saya mendapatkan penghasilan dan penghidupan dari bekerja secara profesional, baik sebagai karyawan kantor, maupun sebagai pekerja lepas.

Yup, untuk pertanyaan diatas, saya punya jawaban

  1. Dari sumber penghasilan bulanan, rutin dengan bekerja di kantor.
  2. Dari sumber yang tidak pasti datangnya, karna bukan karyawan.

Mari kita bahas :D

1. Dari Gaji Kantoran

Sampai dengan saya menulis cerita ini berarti saya sudah lebih dari 14 Tahun bekerja sebagai programer, dimulai dengan jawaban website developer, sampai sekarang ber-title Technical Leads.

Berangkat pagi, pulang sore, sampe rumah malem, weekend masuk angin, senin sudah berdiri lagi di LRT. itulah jalan yang harus ditempuh oleh seorang programer yagn memilih jalur kerja kantoran. Salah? ya engga lah, pendapatan pasti, dan sampai sekarang gaji programer masih bisa dibilang aga sedikit lebih tinggi dari yang lain untuk masa kerja yang sama.

Namun, di beberapa perusahaan, bahkan kamu bisa sampai ke level Chief, CTO, CIO dan lain - lain nya, semuanya bergantung bagaimana kamu bisa menyesuaikan diri dan terus mengembangkan diri agar karir bisa terus naik, naik kepuncak gunung.


2. Dari Freelance

Ini jalur yang sepertinya algi banyak digeluti oleh developer - developer Gen Z, dimana kamu bisa tetap mendapatkan penghasilan, tanpa harus terikat jam kerja. Sekarang ini banyak situs - situr freelance yang memberikan pekerjaan dengan komisi yang baik. Yup, Komisi. Jika kamu memilih pekerjaan yang lebih fleksibel, mungkin menjadi profesional Freelance adalah jalan yang harus kamu lalui.

Namun, karna tidak terikat jam kerja, maka penghailannya pun tergantung dari kinerja dan deals yang kamu dapat. Ada pertukaran yang terjadi, kamu menukar fleksibilitas jam kerja dengan "fleksibilitas" gajian.


Lalu, mana yang lebih baik? jawaban saya adalah, kalau bisa keduanya, kenapa harus milih satu. Namun profesionalitas kerja tetap harus kamu jaga.

Slice of Life | Banu T | 2 years ago